2020-02-13

Doa Nikah Supaya Mendapat Tuntunan Hidup


Kitab Barencong - Doa Nikah Supaya Mendapat Tuntunan Hidup

Wanumadzilu minal qur’ani wahuma sifa’u warahma hulillmuminin
Mada keluarlah engkau daripada tubuh
Madi keluarlah engkau daripada hati
Mani keluarlah engkau daripada nyawa
Manikan keluarlah engkau daripada rahasia
Keluarlah engkau dengan izin Allah
Keluarlah engkau dengan qodrat allah
Keluarlah engkau dengan iradat allah
Malaikat kiraman-katibin bukai pintu hadijah, buka pintu aisyah, bukai pintu maimunah, bukai pintu salamah, bukai pintu patimah, pintu surga zannatun na’in, tutupkan pintu neraka dengan pandangan lailahaillallah muhammadarrasulullah.

Cara memakainya

Duduk berhadapan bertemu lutut, ajari dengan membaca astagfirullah hal adzim 3x

Syahadat dan al-fatihah. Selesai ini kita baca dalam hati ayat tersebut diatas. Selesai membaca ayat yang dimaksud sewaktu akan main, senjata kita didepan senjatanya, baca assalamu’alaikum yang bahir rahman, dijawab oleh istri : wa’alaikum salam ya bahir rahim. Sewaktu air akan keluar kita abaca syahadat tauhid yakni ashaduanlaailahaa illallah disambung Istri dengan syahadat rasul yakni waashaduanna muhammadarrasulullah.

Cinta hakiki

Jangan jauh-jauh engkau mencari ajaran. Karena ajaran-ajaran itu telah berada didalam dirimu sendiri. Bahkan seluruh dunia ini telah berada dalam dirimu sendiri. Jadikanlah dirimu itu cinta, cinta sejati dan abadi. Dengan cinta itu kau dapat melihat dunia, arahkanlah pandanganmu dengan tajam dan dengan keheningan parasmu nan elok rupawan kepadanya siang atau malam. Karena apakah kenyataannya? segala sesuatu yang tampak di sekeliling kita adalah akibat perbuatannya. Oleh karena itu jelaslah sudah bahwa tuhan berada dalam cinta, engkau tidak akan menemui kesulitan lagi asalkan masuk dan keluarnya telah jelas bagimu. Pengertian tentang hal ini sangat terbatas sekali. Dia sama sekali tidak berbentuk seperti sangkamu. Dia tidak tampak oleh orang biasa (orang awam) tetapi dia tetap ada dan tetap hadir. Tetapi bagi orang yang berakhir dalam pandangannya, maka tampak sesuatu yang benar dan agung. Dan ketika dipandangnya ujud itu, maka dengan jelas tampak membayang ujud yang seragam antara dia dengan ujud itutidak ada bedanya. Dia tidak tampak karena terdesak oleh gerakan-gerakannya sendiri dari seluruh dan azali. Jadi bedanya tidak tampak pada sumbernya karena ini walaupun kita bicarakan siang dan malam tapi jika orang belum pernah memperoleh ajaran yang rahasia ini tetaplah tiada faedahnya (tidak ada gunanya).

Ia maujud dengan ujudnya allah ta’ala yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya. Maka jelaslah kepada kita bahwa hilang diri itu atau insan itu melahirkan seorang insane kamil atau Muhammad insan kamil. Persembahan seorang insan kamil tidaklah mengenal waktu semua gerakannya digunakan untuk ibadah. Sikap diamnya dan bicaranya dan gerak tubuhnya, bahkan bulu romanya, kotorannya, kencingnya semuanya diperuntkkan sebagai ibadah memuji tuhan. Inilah sholat dhaim namanya. (Selanjutnya - Sedikit tentang Tanya Jawab)

Sekian wassallam.

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs

2018-02-28

Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri


Kitab Barencong - Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri

Wujud adalah kepala
Qidam adalah telinga kanan
Baqa adalah telinga kiri
Mukhalafatuhu Lil hawadits adalah mata kanan
Qiyamuhu Binafsihi adalah mata kiri
Wahdaniyyah adalah mulut
Qudrat adalah bahu kanan
Iradat adalah bahu kiri
Ilmu adalah susu kanan
Hayat adalah susu kiri
Sama' adalah tangan kanan
Basar adalah tangan kiri
Kalam adalah pangkal lengan kanan
Qadirun adalah pangkal lengan kiri
Muridun adalah kaki kanan
Alimun adalah kaki kiri
Hayyun adalah paha kanan
Sami'un adalah paha kiri
Bashirun adalah pusat
Mutakallimun adalah jantung

Demikian susunan menurut urutan-urutannya.

Huruf-huruf nama Allah

Allah: zat, sifat, asma, af’al
Muhammad: sir, nur, asma, perbuatan
Adam: rahasia, roh, hati, kelakuan
Insan kamil: rahasia Allah Ta’ala

Sebuah misal:

Roh umpama istana
Hati umpama raja
Ilmu umpama hakiki
Akal umpama pembesar kerajaan
Tubuh umpama kendaraan
Nafsu umpama penarik kereta

Telunjuk sebagai penguasa kerajaan
Mata sebagai pengawas
Telinga sebagai penghubung
Hidung sebagai timbangan
Mulut sebagai palu
Kaki sebagai laskar
Tengah sebagai tampuk pemerintahan, sayap kanan/kiri.

Demikianlah yang dapat hamba harapkan untuk sesamaku. Ini hanya sebagai missal atau contoh saja. Inilah raja kuasa bagi sekalian umat. Inilah yang disebut khalifah di dalam bumi ini. Sekianlah ulasan tersebut di atas ini. (Selanjutnya - Doa nikah supaya mendapat tuntunan hidup)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs


2018-02-26

Kalimah La Ilaha Illallah

Kitab Barencong - Kalimah tauhid ini mengandung empat roh

Satu roh JASMANI, tempatnya pada seluruh tubuh.
Roh ROHANI tempatnya diatas jantung kita
Roh RAHMANI, tempatnya pada otak, memberi cahaya mata
Roh IDHAFI, tempatnya dalam jantung.

Ialah empat roh itu yang ada pada diri kita

Tapi jangan kau artikan bahwa roh itu bertempat karena semuanya itu sudah lebur

Ke dalam rahasia Allah. Siapa yang mendapatkan Allah pada suatu tempat orang itu sesat dan kafir naudjubillahiminzalik.

Dan kalimat ini mengandung empat pasal pula itu sifatnya kebesaran, kemuliaan, keragaman, keelokkan dan kesempurnaan zat Allah Ta’ala. sedang sifat 20 itupun simpunnya pada kalimah ini. Juga seperti: syariat, tarekat, hakikat, ma’rifat. Simpunnya kepada kalimat tauhid itu tadi juga. Sedang Asma, Af’al, Sifat dan Zat tercakup kepada kalimah tauhid juga.

Dan kalimah tauhid ini tadi termasuk kalimah mengadakan dan meniadakan, maksudnya ialah Allah ada, makhluk ada. Dan juga kalimah tauhid itu menunjukkan fana dan baqa. Fana hamba ke dalam tuhan dan baqa dan tuhan. Artinya: fana dalam keqidaman, dan baqa dalam keesaan. Sebagai yang terakhir kalimah tauhid itu menjadi kenyataan ujud semesta dan hayat semesta.

Kalimah La ilaha ilallah ini simpulnya kepada huruf Lam jalalah ini menunjukkan keadaan Allah. Dan keadaan yang menyebut itu sendiri. Kalau kita artikan secara umum, itu berarti dengan tiada. Tapi sebaliknya menunjukkan keadaannya. Kalau seorang arif itu mengata ala Allah. Artinya melainkan Allah jadi huruf La ini zikir jua adanya dan senantiasa adapula zikir bathin yang tak panjang bacaannya hanya bagi ingat cukup, inilah kesempurnaan diri. Allah hadir, Allah ma’i, Allah Alimun, Allah Basyirun, Allah Sami’un, Allah Mutakalimun. Artinya: Allah hadir, Allah serta, Allah tahu, Allah melihat, mendengar, berkata-kata. Inilah zikir bagi ingat atau bagi tahu-tahu saja. Tapi kalau belum matang bisa dilatih dahulu, dan kalau sudah mesra dan zliam.

Pemberitahuan: umpama ada yang lainnya hanya ada empat zikirnya, pun sama saja. Kalau yang empat itu kita sudah mengerti artinya maka dengan sendirinya bisa meneruskan yang lainnya.

Demikianlah mengenal zikir rahasia atau zikir diri, namanya. Sebab arti zikir ini sangat luas dan dalam arti dan maksudnya. 

Zikir itu semua baik, asal saja sudah faham artinya dan tujuannya, tepat diantara semua zikir lahir atau bathin yang paling istimewa dan paling mulia ialah zikir DIAM. (Selanjutnya - Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs

2018-02-25

Pandangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Arsyad)

Kitab Barencong - Pandangan Syekh Muhammad Arsyad al Banjari dalam Martapura (Kalampaian Martapura)

Ampun yang sebenar-benarnya diri itu hayat
zat itu roh, roh itu nafas, nafas itu rahasia, rahasia itu nur Muhammad dan yang sebenar-benarnya Muhammad itu ujud kita ini. Itulah pegangan kita sekarang ini, dan seterusnya inilah pakaian Datuk Arsyad Kalampaian, Martapura. 

Dan selanjutnya kita teruskan kepada pakaian Datuk Abussamad Bakumpai, Kalsel menurut keputusan kaji beliau adalah yang sebenar-benarnya badan rohani kita itu adalah: Allah Ta’ala sesudah engkau faham, maka jangan engkau cari lagi. Karena ia sudah menjadi nyawa kita.

Maksudnya ialah: jangan dicari lagi, karena Allah itu sudah Laisya kamislihi sai'un
Apabila kau cari lagi ia bertambah jauh darimu
Coba saja kau berdiri di muka cermin yang bersih
Apa yang engkau lihat? Bayangan bukan?
Mana ujudmu yang sebenarnya dari keduanya itu?
Tentu ujud berdiri itu bukan
Nah, itulah contohnya yang paling mudah pada akal
Hamba mohon diambilkan dan dimesrakan lahir
Bathin. Sekali lagi. Jangan dicari lagi. Karena ia sudah menjadi al-insanu sirri wa ana sirohu
Artinya: insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya

Demikianlah adanya, wassalam. (Selanjutnya - Kalimah La Ilaha Illallah)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs

2018-02-24

Dikala Sakaratal Maut

Kitab Barencong - Kesempurnaan hamba Allah pulang ke rahmatullah ini hanya sebuah misal atau contoh 

Ada beberapa pertanda menjadi rahasia

Bergerak daripada ujung sulla lalu naik ke atas kepala, rasanya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum, dan lalu terus kepada telinga kiri dan kanan. Dan mendengar bunyi suara seperti bunyi badil/ meriam atau petir, dan heran rasanya terlalu sangat, itulah hakikat Jibril memberi tanda. Jibril itu suatu cahaya keluar dari diri kita pada waktu itu kita mengata: Ya Hu, Ya Hu, Ya Hu.

Sekarang umur kita tinggal 40 hari saja sesudah 33 hari yaitu tinggal 7 hari lagi keluarlah suatu cahaya/dari mata kita rupanya sangat elok bercahaya cahaya.

Dengan berpakaian hijau itulah dia malaikat Izrail. Dikala itu kita mengucap: Hakkul hak, hakkul hak, hakkul hak jadi umur kita tinggal 7 hari lagi.

Sesudah 3 hari itu, yaitu pada hari yang ke 36 keluar pula cahaya dari mata kita, yaitu cahaya yang amat putih bersih seperti kita jua besarnya, atau rupanya: baunya terlalu sangat harum seperti ambar kasturi dan dia berkata: Akulah yang bernama Muhammad itulah sesungguhnya Allah ta’ala memberi tanda gerak.

Dan dikala itu kita mengucap Alhamdulillah robbil alamin dan pada hari yang yang keempat puluh (40): maka Allah tajalli yaitu zat Allah s.w.t yang sebenarnya maka bertetaplah engkau pulang kerahmatullahi ta’ala seperti terlalu nikmat rasanya, tiada hingga lagi. Maka kita ingat, jangan lupa dalam hati kita ini Ujudullah Ta’ala.

Maka himpunlah Muhammad dan Allah, yaitu Hu Allah inilah perjalanan para arifbillah dan para wali-wali Allah jangan di ingat dimulut dan dihati ingat didalam dan barang siapa mengenal akan tuhannya, niscaya ia jahil akan dirinya sendiri.

Jikalau tiada anugerahnya kepadaku, niscaya tiadalah aku dapat mengenal tuhanku

Dan Sayidina Abu Bakar pernah ditanya orang
Bika arofa robbaka, artinya: dengan apa engkau mengenal tuhanmu?

Maka Sayidina Abu Bakar menjawab dengan tegas

Araftu robbi bi robbi, wa laula robbi ma araftu robbi
Artinya: Aku mengenal tuhan dengan tuhanku jua, jikalau tiada karena tuhanku, tiadalah aku dapat mengenal tuhanku. Maka yang bertanya itu meneruskan pertanyaannya. Apa mungkinkah manusia ini dapat mengenal tuhan?

Maka Sayidina Abu Bakar menjawab:
Al adju andarkil idroki idrokum
Artinya: lemah daripada mendapat akan pendapat, itulah yang mendapat, maksudnya ialah: kelemahanku akan tuhannya. Jadi jelasnya ialah: dia juga yang mendapat kaunya lebih jelas lagi kaum sufi mengatakan laya’rifullah ilallah.

Artinya: Tiada mengenal Allah hanya Allah

Sekarang baiklah hamba bawakan pula ayat yang berbunyi: wafi amfusikum afala tursirun, artinya: didalam diri kamu kenapa kamu tidak mengetahuinya dan lagi dalil mengatakan wafi amfusikum wama yafalun, artinya: Tuhan ada pada engkau tetapi engkau tiada melihat. Maka dengan adanya dalil ini / dalil Al-Qur’an yang nyata ini. Marilah kita mengenal Tuhan Allah s.w.t.

Beranikanlah: jangan ada rasa takut, rasa takut itu adalah bujukan syaiton laknatullah.

Lil jismil insani insanu
Artinya: carilah orang, yang ada orang didalam orang

Fastazkurni, fastazkurkum
Artinya: kenalilah sedalam-dalamnya tuhanmu dan dia juga mengenal kepadamu

Demikianlah orang yang hendak mengenal diri dan lagi firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an: wanah aqrobu ilahi min khablil wail. Artinya: Kami adalah lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri (Qaf. 50,16)

Quluah bitu al-jami’a famma ya’tiyanakum minni huda famantabia huda yafala khaufun alaihin walahum yakhjanun, artinya: berangkatlah kamu sekaliannya, jika datang petunjukku kepadamu maka barang siapa mengikuti petunjukku, niscaya tiada takut dan tiada gentar dan tiada berduka cita waktu selama-lamanya.

Jadi ayat ini adalah bagi kita untuk mendorong kita dalam menuju tuhan robbul alamin.

Maka dari pada itu segalanya ialah: menuntut demi Allah, mengenal demi Allah, berjuang demi Allah

Sembahyang demi Allah, bekerja demi Allah, beramal demi Allah, berusaha demi Allah, jadi keseluruhannya adalah demi Allah. Tidak ada demi itu dan demi ini, semuanya ditundukkan dan direndahkan demi Allah. Hidup di alam maya semata-mata melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah. Hamba berbuat menurut sekehendak Allah. Tidak menambah dan mencurangi dari kehendak Allah. Apabila hamba berani menambah dan mengurang daripada kudrat dan iradat Allah, maka aku hukumkan dariku itu murtad. Dan apabila kau lupa sekejap saja kepada Allah, maka aku hukumkan diriku itu kafir. Sekarang baiklah kita teruskan dengan ayat yang berbunyi Kholaqtul zinna wal insa liya’budun. Arrtinya: Aku jadikan jin dan manusia semata-mata untuk mengenal kepadaku atau untuk mengabdi kepadaku, atau untuk menyembah kepadaku. Mengenal tuhan adalah suatu amanah dari Allah, untuk kita laksanakan secepat mungkin dan janganlah kita lalaikan mengaji/menuntut rahasia besar ini. Sabda Rasulullah saw faija ajakaro illa khonasa, artinya: apabila ingatlah musnahlah syaiton. Maksudnya ialah: yang ingat disini bukan makhluk biasa, tetapi hamba yang sudah melaksanakan kepada keakuan tuhannya. Itulah manusia Allah namanya. Itulah insan kamil inilah yang dimaksud oleh sabda nabi kita Muhammad s.a.w dan sekarang kita teruskan pula kepada hadist yang berbunyi: Takholaqu bi akhlakillah. Artinya: berakhlaklah kamu dengan akhlak Allah.

Apa yang dimaksud dengan berakhlak dengan akhlak Allah? jawabnya ialah hamba yang sudah mewujudkan tuhan dalam dirinya pribadi itulah akhlak Allah. Jadi tujuan utama dalam bidang ilmu tasawuf ialah: untuk menyempurnakan lahir dan bathin, luar dan dalam, syariat dan hakikat, fikih dan tasawuf. Dan dapat membedakan yang hak dengan yang batil. Dan dapat membedakan dan mengetahui mana yang sebenar-benarnya insan kamil dan mana manusia biasa.

Yang semulia-mulia hamba disisi tuhannya ialah: yang tahu akan dirinya dan yang tahu rahasia yang satu itu. Setinggi-tinggi maqam ialah yang menduduki kedudukan tuhannya. Tuhan menjadi matanya untuk melihat, tellinganya untuk mendengar, dan lidahnya untuk berkata-kata.

Dan orang yang tidak terdinding lagi pandangannya ialah: hanya satu pandangannya, satu tekatnya satu akidahnya, satu pendiriannya, dan satu dalam rahasianya. Pokoknya segala-gala adalah Satu belaka bagi pendirian hamba hanya satu dan satu. Semuanya bilangan adalah satu. Semesta satu, semua alam satu, surga dan neraka satu, pendeknya adalah semua satu.

Demikianlah pendirian seorang arif atau wali Allah. Seorang wali Allah pernah berkata tidak ada kejahatan di dalam dunia ini. Beliau sangat optimis sekali. Demikianlah yang pernah melompat dari mulutnya seorang arif atau wali Allah.

ILLAH : RASA

Rasa sejati dan mutlak dan murni inilah rasa tuhan yang sejati dan abadi dan mutlak nafsul muttmainnah itulah yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan yang disebut nafsu zat hak ta’ala yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan.

Rasa yang sejati itu tidak tersentuh dan tidak bercerai dari maha suci tuhan, ini yang dikatakan dia yang didalam dan dia yang diluar. Dia yang mengurung dan dia yang dikurung. Itulah kedudukan seorang wali Allah ta’ala. Beliau itu sudah wahua ma akum artinya berbarengan siang dan malam dan tiada dibatasi oleh ruang dan waktu dan tiada rusak karena rusaknya Adam, Dia tetap langgeng selamanya.

Liqo (pertemuan)

Kalau yang tertulis dalam Al-Qur’an itu datangnya dari mana dan kemana simpunnya. Apakah setelah membekas pada kulit-kulit kayu daun-daun kurma, batu-batu dan di kayu-kayu sudah dihilangkan yang sejatinya?

Apakah Al-Qur’an itu hanya yang tertulis di lukh mahfutz saja? adakah yang lainnya lagi?

Bagaimana muayatnya dan apakah nama tempatnya?

Kitab yang diturunkan Allah ke bumi ini ada 104 buah kitab. Adalah kitab yang tersembunyi dibalik yang 104 itu yang memang ada, ialah: kitabullah yang sebenarnya itu apakah ia berhuruf, bersuara merupakan kata-kata kitabullah itu sunyi dari segalanya. Manusia hanya diberi sedikit saja percikan kalau tuhan hakiki dan azalli. Jadi siapa yang berhajat kepada ilmu, ilmuwan namanya. Dan siapa yang berhajat kepada ilmu dan kepada Allah, itulah yang sebenarnya, yang sampai. Inilah maqam tuhan yang hakiki dan azali dan inilah maqam ahlul akhirat namanya. Inilah maqam nabi-nabi. Dan rasul-rasul Allah. Ini maqam Muhammada namanya. Maqam yang terpuji dilangit dan terpuji di bumi. Jadi siapa-siapa yang dikehendaki Allah, hanya engkau sendiri kurang faham dengan Allah. Bila engkau paham dengan Allah, maka berarti engkau sepaham dengan Allah.

Artinya: fahammu satu rahasia dengan Allah, kemauanmu satu rahasia dengan kuasa Allah.

Akhirnya ujudmu dan hidupmu satu rahasia dengan ujud Allah dan hayatullah zat.

Nur Muhammad

Nur Muhammad itu adalah pandangan pertama bagi kita karena itu adalah bibit dari segala kejadian.

Adapun takbir atau mukarramah itu ialah: Allah itu hayat Hu itu Roh, Roh itu nafas, nafas itu nyawa. Mukarramah takbir ini diambil dari kitab TUHPA. Pakaian dari DATUK SANGGUL tanah kuning Rantau (Kalsel). Sekarang kita mengambil pakaian DATU MUHMMAD HASAN Negara (Kalsel) bunyinya inilah ilmu rapat mufakat segala ulama yang ahlus sunnah wal jamaah yang hak. Maka inilah pegangan kita pada hayat. Hayat itu menjadi nyawa dan nyawa itu menjadi Nur Muhammad. Dan Muhammad itulah Roh Allah. Tetapi disini kita teruskan kepada zat-zat sifat Allah jua. Jangan terhijab/terdinding. Jadi Allah dan Muhammad jangan diceraikan, seperti nafi dan isbat kesimpulannya ialah kalimah La ilaha ilallah itu gugurnya kepada: hayat, roh, nafas dan nyawa.

Susunannya begini La itu hayat, ilaha itu roh, illa nafas dan Allah itu nyawa.

Jadi yang sebenar-benarnya diri itu Nur Muhammad
Yang sebenar-benarnya Nur Muhammad itu sifat

Sebenar-benarnya sifat itu zat, yaitu zat hayat
Allahlah yang disebut rahasia Allah (Sirrullah)

Inilah perjalanan menurut Datuk Muhammad Hasan

Kebersihan hamba kepada semua penuntut simpanlah ia baik-baik jangan sampai dibeberkan ditengah-tengah masyarakat, nanti bisa menimbulkan fitnah besar. (Selanjutnya - Pandangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari / Datu Arsyad)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs




2018-02-23

Beberapa Bentuk Zikir

Kitab Barencong - Dalam ajaran tasawuf ada beberapa bentuk zikir walaupun umpamanya berlainan antara sufi ini dan sufi itu, atau guru ini, dan guru itu, semuanya disebut zikir jua. Bagi penelitian hamba yang daif lagi hina ini, semua bentuk zikir itu baik hanya ada beda dalam sebutannya dan hurufnya. Tapi semua itu adalah zikir. Tetapi yang penting disini bukan huruf dan suara akan tetapi isinya apakah zikirnya kosong, atau isi, itulah yang menjadi nasa Allah. Dalilnya adalah: laya’ zikrullah ilallah, artinya: tiada menyebut Allah hanya Allah, inilah ainnya. Sekarang zikir yang hendak menangkap burung nuri seekor. Umpamanya kita berzikir mangata: Hu Allah, Hu Allah. Itu ibaratnya menangkap burung tertangkap ekornya.

Mengata: Allahu, Allahu, baru tertangkap bulunya saja

Mengata: Allah, Allah, tertangkap kakinya saja

Mengata: La ilaha ilallah zatullah tertangkap kepala

Mengata: La ilaha ilallah hak, tertangkap paruhnya

Mengata: La ilaha ilallah nurul hak, tertangkap dadanya.

Mengata: lahu, lahu, tertangkap lehernya

Mengata: La, La, La tertangkap sayapnya saja

Mengata: Hu, Hu, Hu tertangkap suaranya saja

Mengata: Ah, Ah, Ah tertangkap keindahannya saja.

Akhirnya: La hurufin wala sautin: baru tertangkap saikungan

Artinya: diam (Selanjutnya - Dikala Sakaratul Maut)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs



2018-02-22

Khalik Dan Makhluk

Kitab Barencong - Beberapa kesimpulan

Asal kata makhluk diambil dari kata-kata halq dan kata-kata halq diambil dari kata khaliq. Dan kata-kata khalik itu adalah khalik. Jadi asal dari khalik kembali lagi kepada khalik. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Datang dari Allah kembali kepada Allah. Awalnya Allah, dan akhirnya Allah. Awalnya tuhan dan akhirnya tuhan. Awalnya tidak ada permulaannya dan akhirnya pun tidak ada penghabisannya. 

Kalau ma’rifat kita sudah ta’zimullah, yaitu:

Tilik seorang arif itu akan kebesaran dan kemuliaan dan keagungan tuhan Allah azza wa jalla jua adanya maka intisari dari pada itu adalah segala makhluk itu adalah khalik, dan khalik itu sebaliknya. Dalilnya: syuhudul kasrah fil wahdah dan syuhudul wahdah fil kasrah, akhirnya syuhudul wahdah fil wahdah. Demikianlah pandangan seorang arifin billah. Jadi kesimpulannya adalah: semua itu Allah dan Allah itu semuanya inilah yang disebut wahdah al-ujud atau kesatuan ujud. Jadi hamba dapat menyimpulkan pula bahwa Allah adalah hakikat alam.

Apakah yang dimaksud Azzazatullah

Baiklah hamba uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat zat, tiadalah baginya permulaan dan penghabisan.

Pandangannya jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada dengan pandangan tingkat bawah. Orang demikian berpandangan bahwa ia melihat Allah setiap kejapan mata dan dalam setiap sentuhan hatinya yang disebut mata hati itu bukannya ia nya. Sebab mata lahir dan mata hati itu hanya asma jua adanya disini mata bathin melihat bathin. Dan mata hati itu sudah lebur kedalam fana. Jadi pandangan yang tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata zahir jua dahulu. Hingga mata bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu tanpa syariat/ zahir dan tiada kebilangan syariat itu tanpa hakikat/bathin. Kesimpulannya adalah: zahir ia yang bathin, dan bathin ia yang zahir, sebab awal dan akhir itu adalah rahasia insan. Maka dari pada itu pandangan akhir jua pandangan awal. Disinilah letaknya rahasia Allah / insan, dan rahasia Allah adalah rahasia insan. Rahasia insan dan rahasia Allah itu disebut juga dengan sirullah atau sirullah zat atau zat ilahiah.

Zat ilahiah itu yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di tuhan. Dengan kata lain yaitu: johirnya makhluk dan bathinnya tuhan dan zahirnya........bathin........

Jadi hendaklah diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini. Sekira kira ujudullah berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas. Hilangkan dan lenyapkan ujudmu. Niscaya ujudullah berdiri dengan kedirianmu.

Tak ada ujud bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua yang ada.

Ujud kesegalaan ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada pada setiap diri: dan ada pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi disini memerlukan perincian yang mendalam. Jadi siapa masih melihat kepada dirinya seumur hidupnya tidak akan bertemu dengan tuhannya. (tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang melihat kepada tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya. Tiada lagi melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak lagi melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu: ROBBI BI ROBBI.

Melihat tuhannya dengan tuhannya.
Mengenal tuhannya dengan tuhannya.

Demikianlah tentang ujudillah itu tadi. (Selanjutnya - Beberapa Bentuk Zikir)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs