2017-08-30

Misteri Kun: Syajaratul-Kaun Doktrin tentang Person Muhammad Saw


Misteri Kun
Syajaratul-Kaun
Doktrin tentang Person Muhammad Saw.

"Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya tertancap kuat dan cabangnya (menjulang tinggi) ke langit." (QS. Ibrahim: 24).

SEKILAS TENTANG IBNU 'ARABI

Adalah Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali al-Hatimi ath-Tha'i al-Andalusi, yang lebih terkenal dengan gelar Muhyiddin ("Penghidup Agama") Ibnu al-Arabi. Seorang tokoh sufi terkenal yang juga punya gelar asy-Syaikh al-Akbar ("Maha Guru") ini dilahirkan di Mursia, sebelah tenggara Andalus atau Spanyol bagian Tenggara pada 17 Ramadhan 560 H/ 28 Juli 1165 M. di suatu keluarga terhormat, berkecukupan dan berpendidikan. Pada saat itu Mursia diperintah oleh Muhammad bin Sa'id bin Mardanisy.

Pada tahun 568 H/l 172 M. saat beliau baru berumur delapan tahun, diajak pindah keluarganya ke Seville, tempat ayahnya diberi pekerjaan pada dinas pemerintahan atas kebaikan Abu Ya'qub Yusuf, penguasa daulat al-Muwahhiddin pada saat itu. Di kota pusat ilmu pengetahuan ini, Ibnu al-Arabi yang pada saat itu telah menginjak usia delapan tahun memulai pendidikan formalnya. Di bawah bimbingan para guru dan sarjana, ia menimba berbagai ilmu pengetahuan, mempelajari al-Qur'an dan tafsirnya, hadis, fiqih, teologi dan filsafat skolastik. Ia tinggal di tempat ini hingga tahun 598 H/1201 M.

Selama menetap di Seville, Ibnu al-'Arabi muda sering melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Spanyol dan Afrika Utara. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mengunjungi para guru sufi dan sarjana terkemuka pada saat itu. Di Kordova ia pernah bertemu dengan Ibnu Rusyd seorang filosuf tua beraliran Aristotelianisme. Di kota ini pula ia sempat mengajarkan al-Qur'an, hadis dan fiqih kepada Ibnu Hazm azh-Zhahiri, seorang murid yang menguasai disiplin fiqih, yang kemudian berhasil membangun Madzhab azh-Zhahiri. Di antara murid-muridnya adalah Abu Bakar bin Khalaf.

Nama Ibnu al-Arabi melambung tinggi, posisinya semakin kokoh di hati masyarakat. Beliau meninggalkan Andalus dan Maroko untuk berangkat ke daerah Timur, yaitu ke Mekkah dan sekaligus menunaikan ibadah haji. Dari Mekkah, kemudian memasuki daerah Romawi. Di sini beliau menikah dengan seorang perempuan salehah Maryam putri Syekh Shadruddin Muhammad bin Ishaq al-Qunawi, seorang murid sufi yang belajar ilmu Tasawuf dari Ibnu al-Arabi sendiri sampai ia dianggap lulus. 

Dari sini, kemudian mengembara ke berbagai wilayah Timur. Beliau sempat berkunjung ke Mesir, Syria, Aljazair, Baghdad, Mosul dan Asia Kecil, kemudian bermukim di Damaskus sampai beliau wafat dan dimakamkan di Shalihiyyah pada 22 Rabi'uts-Tsani 638 H / November 1240 M. tepatnya di kaki bukit Qasiyun.

Tokoh sufi berketurunan suku Arab kuno Tha'i ini telah banyak menulis kitab-kitab yang menjadi khazanah pengetahuan Islam, dimana kitab-kitab tersebut hanya sedikit yang bisa sampai ke tangan kita. Ia adalah seorang penulis yang paling produktif. Karya-karyanya ada yang mengatakan lebih dari delapan ratusan judul ada pula yang menyebutkan empat ratusan judul. Sekalipun terjadi perbedaan jumlah yang disebutkan, yang jelas, telah menunjukkan keproduktifannya dalam menghasilkan karya-karya ilmiah. Di antara tulisannya yang paling monumental dalam bidang tasawuf-falsafi adalah al-Futuhat al-Makkiyyah dan Fushush al-Hikam.

Kitab al-Futuhat al-Makkiyyah mulai disusun di Mekkah pada tahun 598 H/1202 M. dan selesai di Damaskus pada tahun 629 H/1231 M. Menurut pengakuannya, kitab ini didiktekan Tuhan melalui malaikat yang menyampaikan ilham. Sementara itu kitab Fushush al-Hikam sekalipun relatif pendek adalah merupakan karya Ibnu al-'Arabi yang paling banyak dibaca dan diberi syarah (penjelasan), karena memang paling sulit dipahami. Karya ini disusun sepuluh tahun sebelum ia wafat dan menurut pengakuannya karya ini diterimanya dari Nabi Muhammad saw. yang memerintahkan agar menyebarkannya, agar ummat manusia dapat mengambil manfaatnya.

Di samping kedua kitab yang paling monumental tersebut, ia juga banyak menulis kitab yang jumlahnya tak terhitung, misalnya Masyahid al-Asrar al-Qudsiyyah, Muhadharat al- Abrar wa Musamarat al-Akhyar, Kasyf al-Ma'na 'an Sirri Asma'illah al-Husna, Anqa' Mughrib, Raudhah al-‘Asyiqin, Turjuman al-Asywaq, Insya' ad-Dawa'ir, Syajaratul-Kaun. dan lain-lain.

Misteri Kun (Syajaratul-Kaun), kitab kecil yang ada di tangan pembaca ini adalah karya Ibnu al-'Arabi yang memaparkan doktrinnya tentang pribadi Nabi Muhammad saw. Dalam karyanya ini, ia mengulas keunikan Rasulullah Muhammad saw. dalam hubungannya dengan Allah, manusia dan alam secara keseluruhan yang disimbolkan dengan "Pohon" yang muncul dari sebutir benih Kun.

Metode yang digunakan oleh Ibnu ‘Arabi dalam menulis karyanya secara umum banyak diwarnai dengan metode penuturan simbolik yang sangat sulit diterka. Karena ciri penyampaian simbolik yang sulit dipahami dan juga faktor fanatisme para ulama fiqih dan kalam yang ortodoks, kemudian mereka membatasi ruang gerak perkembangan pemikiran Ibnu al-Arabi dan bahkan mereka menganggap sesat dan keluar dari agama Islam. (Selanjutnya - Syajaratul-Kaun)

KOMENTAR