2017-12-18

Ilmu Batin Bertujuan Membersihkan Jiwa


Dua sifat Iblis ialah hasad (menaruh perasaan iri dan benci) dan dengki. Jadi dapatkah sifat-sifat syaitaniah ini dibasmi? Jawabannya ialah tentu saja bisa. Ia bisa dilakukan dengan menguasai ilmu Tasawuf atau ilmu batin yang bertujuan membersihkan jiwa (nafi'a) 

Sering kita tidak menyadari bahwa perlakuan kita adakalanya menyerupai syaitan. Contohnya, ketika bercermin, kita merasa diri kita tampan dan wajar orang lain juga merasa demikian. Merasa tampan dan berbangga itu disebut takkabur. Manakala mengharapkan orang lain mengiktiraf kehebatan itu pula disebut riya'. 

Satu lagi contoh ialah, ketika shalat sendirian, sering kita lalai dari segi rukunnya. Tetapi apabila kita shalat di masjid atau di khalayak ramai, kita bersungguh-sungguh melakukannya karena merasa banyak mata melihat kita - itulah sifat riya'. 

Mengapakah ini terjadi? 

Perlu diingat bahwa sebelum diturunkan dari syurga, Iblis mendapat izin Allah swt mengenai dua perkara: 

Pertama, untuk terus menyesatkan Adam as dan keturunannya (manusia) dari semua sudut; 

Kedua, diizinkan hidup sampai akhir zaman (akhirat). Tujuannya semata-mata untuk menghalangi manusia dari mengikuti jalan yang lurus. Iblis terus berkata sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an Surat Al-'Araf: 17, "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur" 

Bagi perkara pertama, Allah swt berkata Iblis dan pasukannya tidak akan dapat mempengaruhi hambanya yang ikhlas beriman. Ini jelas dinyatakan oleh Allah swt dalam Al Qur'an Surat Saad: 82 ketika Iblis menjawab, "Demi kekuasaanMu aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka." 

Oleh itu, jika kita melakukan sesuatu demi orang lain dan bukan karena Allah, maka kita dikatakan tidak Ikhlas. 

Tasawuf mengajarkan mengenai keikhlasan atau melakukan sesuatu karena hendak mendapat keridhaan Allah swt. 

Tasawuf = pembersihan sifat cela, ikhlas 

Kembali kepada persoalan shalat dan riya' tadi, hal ini telah dijelaskan dalam peringatan Allah swt pada kandungan surat Al-Ma'un yang artinya, "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang riya' dan enggan mengeluarkan zakat."

KOMENTAR