Bangsa ini ingin kesejukan dan ketenangan, maka sudah menjadi kewajiban kita berpartisipasi, bukan dalam hal politik tapi mensupport agar masyarakat tenteram dan tenang. Sehingga akan melahirkan ekonomi yang baik, tholabul ilmi yang baik, ibadah juga baik dan yang lain juga menjadi baik. Jangan sampai jumiah thoriqoh kena imbas kena gelombang tahun politik.
Itu baru jalur ditengahnya saja semuanya menjadi satu, belum ke Rasulullah. Seperti Syekh Abil Hasan Asy Syadzili mengambil thoriqoh dari Syekh Abi Madyan Al Maghrobi >> Syekh Aburrahman Al Atthori Al Maghrobi >> Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani.
Thoriqoh Syatoriyah ada yang masuk jalur Syekh Abil Hasan Asy Syadzili
Thoriqoh Samaniyah ada yang masuk jalur Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qodir Al Jilani
Maka penganut thoriqoh sangat terkait erat satu sama lain.
Jika ada oknum yang pecah belah, berarti belum mampu mengamalkan apa yang diajarkan syaikhona wa mursyiduna.
Dirintis mulai Ki Mushlih Mranggen dan sesepuh terdahulu yang mana bisa mempersatukan 41 Thoriqoh Al Mu'tabaroh.
InsyaAllah bulan Maret akhir (Jakarta atau Pekalongan), untuk mengumpulkan Thoriqoh seluruh dunia menjadi Muktamar Aam Thoriqoh se Dunia.
Rencananya akan diadakan di Jakarta atau Pekalongan, sehingga Indonesia menjadi muara thoriqoh seluruh dunia yang bersumber di Indonesia.
BELA NEGARA SUDAH MENJADI KEWAJIBAN AHLUT THORIQOH AL MU'TABAROH
Ditulis oleh Team Majlis Ta'lim Darul Hasyimi dari ceramah Maulana Habib Luthfi bin Yahya