2020-01-09

Makna Di Balik Cublak-Cublak Suweng Karya Sunan Giri

Lagu Dolanan Anak-Anak di Jawa, Karya Sunan Giri [1442 M] Syi'ir 'Sanepo' [Simbul] yang sarat makna tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia.

CUBLAK-CUBLAK SUWENG..
Cublak Suweng artinya tempat suweng, suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa 
Cublak-Cublak Suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng [Sawung, Sepi, Sejati] atau harta sejati.

SUWENG TENG GELENTAR..
Suweng Teng Gelentar adalah suweng berserakan, harta sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

MAMBU KETUNDHUNG GUDEL,
Mambu [baunya] Ketundhung [dituju] Gudel [anak kerbau] 
Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu, bahkan orang-orang bodoh [di ibaratkan gudel] mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk mencari kebahagian sejati

PAK EMPO LERA-LERE..
Pak Empo [bapak ompong] Lera-Lere [menenggok kanan kiri] orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan, meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan harta sejati atau kebahagiaan sejati, mereka kebingungan karena dikuasai hawa nafsu keserakahan sendiri

SOPO NGGUYU NDHELIKAKE..
Sopo Ngguyu [siapa tertawa] Ndhelikake [dia menyembunyikan] 
Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan tempat sejati atau kebahagiaan sejati, dia adalah orang yang tersenyum - Sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada ditengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah

SIR-SIR PONG DELE KOPONG..
Sir [hati nurani] Pong Dele Kopong [kedelai kosong tanpa isi] 
Artinya didalam hati nurani yang kosong, 
Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemukan tempat harta sejati [Cublak Suweng] atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum Sumeleh, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nurani

PESAN MORAL LAGU DOLANAN
"Cublak-Cublak Suweng"

Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri, serakah, tetapi semuanya kembalikanlah pada Hati Nurani, sehingga harta kebahagiaan itu bisa melebur melimpah menjadi berkah bagi siapa saja.

KOMENTAR