2020-01-09

Shalat Lahir Bathin


Sudah setinggi apapun ilmu Ma'rifatmu kepada Allah, tapi tetap saja Shalat itu tidak cukup hanya dengan batin saja.

Buktinya Rasulullah saw orang yang paling tinggi kedudukannya dihadirat Allah, beliau tetap Shalat LAHIR-BATIN.

Dalam kitab SIRRUL ASROR, Sulthan Aulia Sayyid Abdul Qadir Jaelani qs menyatakan:

"Untuk sampai kehadirat Allah itu harus TERBANG DENGAN DUA SAYAP. Yaitu Sayap Lahir dan Sayap Batin."

Jika lahirnya saja yang shalat itu namanya fasik, atau kosong. Tidak akan sampai.
Jika batinnya saja yang shalat itu namanya zindik, atau tertolak.

Jika lahir dan batinnya shalat itulah hamba yang terbang sampai kehadirat Allah dengan sempurna.

Dialah ahli Wustho yang DAIM sejati.

Jasad, Ruh dan Rasanya shalat..
  1. JASADNYA SHALAT FARDHU AWAL WAKTU BERJAMAAH.
  2. RUH BATINNYA SHALAT DENGAN DZIKIR KHAFI. (Ketika shalat maupun diluar shalat) ini namanya WUSTHO.
  3. RASANYA SHOLAT DENGAN DZIKIR DI KETUJUH CAKRA LATIFAH SIRRNYA (inilah yang disebut DAIM, langgeng shalat).
Semuanya lahir dan batin harus shalat jasad, ruh dan rasanya.

Menurut Sayyidina Ali ini yang disebut INSAN KAMIL, yang sebenarnya.

SEMPURNA menyatu manunggal lahir batinnya dengan Allah.

Manunggal itu AHAD,
  • Seperti kupu-kupu yang lucu mampu terbang dengan indah kehadirat Allah
KUPU-KUPU itu KUPU an ahad yaitu peleburan yang sempurna lahir batin manunggal dengan Allah.
  • Seperti MERPATI "Merapat sampai Mati".
Mati disini itu Fana fi Nafsi, yaitu matinya sifat hewani didalam diri dan hancurnya EGO diri kemudian lahirlah HIDUP hakikat insani yaitu RUHUL QUDSY.

Terbang menghampiri Ilahi dengan dua sayap menjadi MAHRAM ALLAH.
Menjadi Kekasihnya yang setia dalam khidmat dan bhakti.

KOMENTAR