2017-09-19

Sembah Puji Syekh Siti Jenar


Saya tidak memiliki hasrat sekecil apapun untuk mengingkari perkataan yang sudah saya ucapkan. Beginilah selalu keadaan saya, semata darma bergerak yang berwenang adalah ILLAHI. Setingkahnya saya tanpa niatan, penglihatan, pendengaran, cara bertindak dan berucap. Siapa yang berkuasa bertingkah tanpa bandingan dengan wacana yang tanpa batas? Itulah keberadaan ILLAHI meliputi keberadaan kawula, bersatu, tarik menarik, menetapkan-ditetapkan, mencintai-dicintai."

"Keberadaannya pinjam-meminjam, menggerakkan-digerakkan, di sana kekasih saling berhubungan. Berhubungan di dalam keberadaan, diliputi Zat Yang ILLAHI, hilang kawulanya lebur senyap sirna lelap, digantikan dengan keberadaan Sang ILLAHI. Kehidupannya menjadi hidup ILLAHI, Lahir batin sudah keberadaan sukma, yang disembah Sang GUSTI. Jadilah, Gusti yang menyembah diri sendiri, menyembah-disembah, memuji-dipuji, semuanya saling bertimbal balik. Maka, dalam hidup ini waspadalah terhadap kesempurnaan hidup, atau hidup yang pulih sejati. Sesungguhnya, kesejatian hidup tak kena mati, setiap getaran bulu walaupun hanya sehelai akan kembali menjadi sembah pujian. Itulah sembah puji senantiasa."

| Syekh Siti Jenar
َ
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا  وَجْهَهٗ

Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya (QS. Al-Qasas 28:88)

KOMENTAR