2017-10-28

Buruk Sangka Kepada Guru dan Kunci Wushul Bagi Murid


Al-Imam Al-Allamah Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Haitsamiy rohimahullah berkata:

ومن فتح باب التأويل للمشايخ، وغض عن أحوالهم، ووكل أمورهم إلى الله تعالى.

Barang siapa senantiasa memberikan penafsiran yang baik atas segala yang berkaitan dengan gurunya, tidak fudlul (usil) terhadap kepribadian mereka, dan menyerahkan semuanya kepada Allah Swt

واعتنى بحال نفسه وجاهدها بحسَب طاقته، فإنه يُرجى له الوصول إلى مقاصده، والظفر بمراده في أسرع زمن.

Dan justru lebih fokus untuk memperbaiki dirinya sendiri, selalu mujahadah semaksimal mungkin menundukkan nafsunya, maka murid tersebut akan cepat wushul tercapai tujuannya, dan mendapati yang dia inginkan dengan secepatnya. (Kitab Al Fataawi Al Haditsiyyah hal 55)

Al-Imam Al-Allamah Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahullah berkata:
ومَنْ فتح باب الاعتراض على المشايخ والنظر في أحوالهم وأفعالهم والبحث عنها.

Barang siapa kontra kepada gurunya, usil atas urusan pribadi mereka dan memperbincangkannya
فإن ذلك علامة حرمانه وسوء عاقبته، وأنه لا يَنْتُج قط.

Maka murid tersebut sulit mendapati futuhat anugrah Allah Swt, akan suram masa depannya, dan tidak akan berprestasi sama sekali

ومن ثَمَّ قالوا:

Oleh sebab itu ulama sholihin berkata
من قال لشيخه لِم؟ لَمْ يفلح أبداً.

Barang siapa yang protes pada gurunya (walau cuma di hati) maka tidak akan mendapati keberuntungan selamanya. (Al Fataawi Al Hadiitsiyyah hal 55) lil Imam Ibnu Hajar Al Haitsamiy wafat tahun 974 H.

Imam Ali Wafa rohimahulloh berkata:

المريد الصادق مع شيخه كالميت مع مغسله، لا كلام، ولا حركة، ولا يقدر أن ينطق بين يديه من هيبته، ولا يدخل، ولا يخرج، ولا يخالط أحداً، ولا يشتغل بعلم ولا قرآن ولا ذكر إلا بإذنه..

Murid sejati di hadapan gurunya selalu merasa seperti mayit di sisi orang-orang yang memandikannya. Tidak berani asal bicara dan bergerak.
Tidak mampu berucap karena merasakan agungnya kewibawaan gurunya.
Tidak memasuki/keluar dari tempat/majlis siapapun kecuali atas ijinnya.
Tidak berani bergaul akrab dengan orang lain kecuali atas ijinnya.
Tidak berani menfokus suatu ilmu, bacaan Al Qur'an dan dzikir kecuali atas ijinnya.

Dinukil dari kitab Al-Anwar Al-Qudsiyyah lil Imam Abd Wahab As-Sya'roni juz 1 hal 187

قال الامام القشيري في باب حفظ قلوب المشايخ وترك الخلاف عليهم: "

Imam Al-Qusyairiy rohimahullah berkata pada bab Menjaga Hati para Guru dan Tidak Kontra dengan Mereka
سمعت الشيخ أبا عبد الرحمن السلمي يقول: أن شقيقاً البلخي وأبا تراب النخشبي قدماً على أبي يزيد فقدمت السفرة، وشاب يخدم أبا يزيد (هو أبو يزيد البسطامي ) فقال له: كل معنا يا فتي، فقال: أنا صائم، فقال أبو تراب: كل ولك أجر صوم شهر، فأبي، فقال شقيق: كل ولك أجر صوم سنة، فأبي، فقال أبو يزيد: دعوا من سقط من عين الله تعالي، فأخذ ذلك الشاب في السرقة بعد سنة فقطعت يده "

Aku mendengar Syekh Abd Rohman As-Salamiy berkata:

Sesungguhnya Syekh Syaqiq Al-Balkhiy dan Syekh Abu Turob An-Nakhsyabiy berkunjung pada Syekh Abu Yazid Al-Busthomiy.

Kemudian ada seorang khodim muda menyuguhkan jamuan.
Syekh Abu Yazid berkata pada anak muda tersebut:

"Nak, mari makan bersama kami."

Si pemuda menjawab:
"Saya berpuasa"

Syekh Abu Turob berkata;
"Makanlah, semoga kau mendapati pahala puasa sebulan"

Pemuda tersebut masih belum mau makan.

Syekh Syaqiq berkata;
"Makanlah. Akan kau dapati pahala puasa setahun".

Anak muda tersebut tetap tidak menurut.

Syekh Abu Yazid akhirnya bicara:
"Sudah, abaikan saja orang yang gugur dari pandangan rahmat Allah Swt"
Ternyata, selang setahun kemudian, anak muda tersebut berbuat mencuri sehingga dipotong tangannya.
(Dinukil dari kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah hal 151).
Wallahu a'lam.

Sumber: Habib Muhdor

KOMENTAR