Diantara sepenggal syair yang pernah dilanturkan oleh Dzun Nun Al-Mishri menjelang kematiannya:
Aku akan Mati
Tetap persahantan dengan-Mu tidakakan mati
Tidak kenyang keinginan ku dan ketulusan cintaku kepada-Mu
Karena engkau tumpuanku
Engkaulah keberadaan diatas segala kekayaan
Dikala kekafiran menimpaku
Engkaulah puncak permintaanku dan akhir keinginanku
Tempat angan dan sembunyinya rahasiaku
Hatiku menanggung derita Demi-Mu
Yang tidak kusebar luaskan
Mesti sakitku karena-Mu, dan
Bahaya yang menimpaku berkepanjangan
Dalam tulang rusukku
Ada rahasia yang tak kan kusebarluaskan
Takkan kuberi tahu keluarga maupun tetangga
Rahasia yang takkan tertutup dari-Mu ketertutupannya
Meski tak kupersilahkan
Sekedar memanggil rahasiaku
Dzun Nun tentang cinta
Tentang cinta ia berkata:
"Katakan pada orang yang memperlihatkan kecintaannya pada Allah,
katakan supaya ia berhati-hati, jangan sampai merendah pada selain Allah!.
Salah satu tanda orang yang cinta pada Allah adalah dia tidak punya kebutuhan pada selain Allah".
"Salah satu tanda orang yang cinta pada Allah adalah mengikuti kekasih Allah Nabi Muhammad SAW dalam akhlak, perbuatan, perintah dan sunnah-sunnahnya".
"Pangkal dari jalan (Islam) ini ada pada empat perkara: “cinta pada Yang Agung, benci kepada yang Fana, mengikuti pada Al Qur'an yang diturunkan, dan takut akan tergelincir (dalam kesesatan)".