- Huruf Arab Ba (ب) setara dengan huruf 'B' dalam abjad Indonesia.
- Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
- Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
- Rahasia Bahr Qudra Samudera Kekuatan
- Ba Sin Mim (Bism)
- Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama-nama dari 9 surah pertama. Hanya terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.
- Mereka itu adalah surah 2 dan 9.
- Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.
- Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.
- Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqarah, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,
- Angka-angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
- Maka kita perlu mengulang angka-angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).
- Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.
- Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah tak terbatas.
- Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat "satu angka besar " yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.
- Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk akal.
- Surah Tawbah dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?
- Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Miim .
- Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. {Stuktur Atom dari semua ciptaan hanyalah titik yang berputar}
- Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.
- Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin ( ). Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba ( ).
- Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.
- Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam (setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:
- Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.
- Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari menyebut selain Allah.
- Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.
- Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
- Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
- Maka dia akan disucikan dua kali.
- Maka Tayyab adalah {Sayidina TaHa al-Tahir}
- Toin ( ) untuk - pensucian,
- Ya ( ) untuk – dengan pengetahuan kita selalu dalam Hadhirat Allah,
- Ba ( ) untuk – noktah atau tetes atau qalbu.
- Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Miim dari BisM Allah Ar RahMan Ar RahiiM.
- Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen, Bumi, Api dan Air.
- Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah yang diwakili oleh huruf Ha ( ) dari nama Allah dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.
- Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen keempat dari seorang makhluq melalui malaikat Azrail ( ).
- Untuk memperlihatkan huruf Ba Bayt (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk kepada Ka’aba.
- Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama sesudah (yang menjelaskan) Bayt.
- Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Bayt atau di tempat pertama.
- Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai Bakkah.
- Huruf Ba ( ) muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.
- Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara digunakan dalam penciptaan.
- Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang adalah nilai numerik dari Meem ( ).
- Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Mim, nama kota itu menjadi Makkah.
- Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.
- Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam skala besar.
- Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.
- Ahli nuklir Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.
- Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.
- Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat Allah adalah Kebenaran.
- Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.
- Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
- Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam. Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.
- Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama.
- Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai dengan huruf Ba.
- Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah. Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.
- Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.
- Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah noktah.
- Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.
- Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.
- Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta, Yang tidak diciptakan.
- Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada sumbunya dari timur ke barat.
- Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan dengan arah jarum jam.
- Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi Kaaba berlawanan dengan arah jarum jam.
- Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.
- Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.
- Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam mikrokosmos.
- Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.
- Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.
- Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.
- Meskipun para penemu komputer itu tidak menyadari hal ini namun mereka mendasarkan komputer itu pada huruf Ba yang adalah angka dua.
- Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0 yang disebut sistem/format Binair.
- {Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Binair untuk ciptaan }
- Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).
- 0 itu mewakili noktah (titik).
- Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh /desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.
- Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binair {Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.
- Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1 dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.
- Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.
- Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan lainnya adalah keadaan tercipta.
- Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.
- Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).
- Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.
- Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }
- Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu:
- Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.
- Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat 30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.
- Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya}
- Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ketiga, (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.
- Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 = 810 = 8 + 1 + 0 = 9.
- Lagi-lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.
- Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.
- Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.
- Mereka itu adalah Alif ( ) dan Meem ( ).
- Huruf pertama dalam Nama Allah adalah Alif ( ).
- Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Meem ( ).
- Nilai angka Alif ( ) adalah 1 dan nilai angka Meem ( ) adalah 40.
- Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar. Perhitungan di atas membenarkan hal itu.
- Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah.
- Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.
- Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).
- Adalah pembacaan Kalima Tayyab inilah yang mensucikan spiritualitas sang Muslim.
- Semua Utusan ( ) Allah tahu bahwa Muhammad akan dikirim oleh Allah sebagai Penutup semua Rasul ( ).
- Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah dan ummatnya sejak Adam ( ) sampai Isa ( ).
- Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.
- Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali dari mereka.
- Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .
- Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/ dzahirnya.
- Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.
- Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.
- Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Sahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya. Muhammad meninggalkan kepada kita sebuah kunci.
- Jika kita memperhatikan huruf yang membentuk tulisan Rasul Allah kepada kepala negara di sekitarnya agar mereka memeluk Islam, tulisan itu dimulai dengan Bismillah Hir Rahman Nir Rahiim Muhammadur Rasool Allah.
- Itu adalah kunci bahwa Kalimat (shahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah. Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,
- Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.
- Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah datang ke dunia ini dan meninggalkan bagi kita Muslims Keajaiban al Quran.
- Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.
- "Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka waktu antara shalat Asr dan Maghrib.
- Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.
- Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu Qirat masing masing.
- Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib (matahari terbenam), maka kamu masing-masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama dengan dua Qirat.
- Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, 'Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.' Allah berkata (kepada mereka): ‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak-hak kalian?' Mereka menjawab, "Tidak." Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang Aku kehendaki." [Sahih Bukhari]
- Bismillah adalah Kunci Ke Surga.
- Apakah Muhammad telah menemui semua Utusan ( ) Allah terdahulu di Langit ketika Malam Miraaj (Naik Ke Langit)? Dia melakukan itu.
- Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.
- Disebutkan dalam sebuah Hadits Utusan Allah mengatakan dia telah melihat empat sungai di surga dan sumber dari tiga sungai adalah tiga Mim ( ) dalam Bismillah, dan sumber satu sungai (lainnya) adalah huruf Ha ( ) dalam nama AllaH .
- Nama Muhammad memiliki dua Mim yang nampak.
- Mim pertama adalah tunggal.
- Mim kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.
- Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Mim kedua dalam nama Muhammad.
- Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Mim yang nampak atau dihitung.
- Mim ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sinilah penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad lagi dan sekali lagi) di dalam al Quran.
- Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.
- Tiga Mim ini dalam nama Muhammad, darinya dua nampak dan ketiga tersembunyi, adalah cermin dari tiga Mim dalam Bismillah.
- Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda-tanda.
- Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf ( ) Rasul Allah disebutkan.
- Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.
- Kemejanya yang warna warni.
- Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.
- Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.
- Terpenjara untuk waktu tertentu.
- Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan penguasa.
- Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.
- Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita siap untuk mencari Pesan-Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ( )).
- Kita orang Muslim memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.
- Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.
- Yusuf ( ) dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).
- Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.
- Yusuf ( ) menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan bujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.
- Yusuf ( ) terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan / diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.
- Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan shaytan, yang darinya kita harus membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan hadhirat Allah.
- Allah sangat pengampun. Yusuf ( ) memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.
- Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk kebaikan sesama makluq.
- Titik dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah salah satu shahabat Muhammad. Para Shahabat Allah secara spiritual tercerahkan oleh kedekatan mereka kepada Nabi s.a.w..
- Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.
- Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi mereka yang memiliki pandangan (mata).
- Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.
- Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.
- Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.
- Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.
- Huruf yang membentuk kata-kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.
- Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.