Kitab Barencong - MENJADIKAN MANUSIA
- KUN FAYAKUN : MENJADI OTAK PADA KITA YAITU; ROH IDOFI
- KUN HAQ : MATA TERANG HATI TERANG
- KUN SABITAH : NAPSIAH NAFSU PADA KITA
- KUN SAPUTIH : NYAWA PADA KTA (GERAK PADA KITA)
- KUN SADJATURRAHMAN : KEHENDAK PADA KITA
- KUN SUDJATULLAH : KELAKUAN PADA KITA
- KUN RAHMAN : RUPA KITA
- KUN ZAT HAYUN : TIADA MATI
- KUN ILLA NUR : RASA SEGALA TUBUH KITA
NAMA DIRI HAMBA NUR HAYA QADIM
TURNA ILALLAHI WAYARAKNA ILLALLAHI WAMA DAMA, ALA MA’PA’AL NAHU WALA ADJAM NAHU, MINGKULI JAMIL AZIM WALA NAU WUDU BIHI ABADAN ABADA.
Kata Allah nyawa itu kekuasaanku dihati putih tempat bernyawa dalam UKUP, dijadikan umat MUHAMMAD sekaliannya daripada;
AIR KUM DUMULLAH : (yang bernama NUR MAYA QADIM).
LAILLAHAILLALLAH : Hampir hamba kepada Tuhannya
LAILLAHAILLALLAH : MAUJUD BIHAQI
ILLALLAH : Aku maujud pa’hu (diri)
RAHASIA SYARIAT PADA ANGGOTA TUBUH.
RAHASIA THARIKAT PADA HATI.
RAHASIA HAKIKAT PADA NYAWA.
RAHASIA MA’RIFAT PADA DIRI.
Kalau sudah mengenal diri nampaklah hakikat diri pencipta sekalian alam.
Itulah yang bernama; ALLAH : tiada berpermulaan tiada berkesudahan
- LAILLAHAILLALLAH; zikir
- ILLALLAH; zikir
- ALLAH; zikir
- AH; sunyi
MINALLAH; HAMBA
BILLAH; MUHAMMAD
LILLAH; ALLAH
- Dari pada ALLAH
- Kepada ALLAH
- Karena ALLAH
- ROHANI : TUBUH SYARIAT
- RAHMAN : HATI THARIKAT
- IDOFI : NYAWA HAKIKAT
- RABBANI : RAHASIA MA’RIFAT
Ini Pasal Air Mulhayat
Bermula asal diri kita diambil secara ringkas.
Asal diri kita selagi belum ada apa-apa, hanya ibu dan bapak belum berkumpul menjadi satu. Maka Allah Ta’ala memerintahkan mengambil air MULHAYAT, diarak didalam surga atau dilangit beberapa malaikat dan jibril membawanya lalu diperintahkan dikirim kepada Bapak kita MAKAMAL MAHMUD, namanya setelah mahaluat 7 (tujuh) hari lamanya. Lalu bapak kita menjadi satu kepada ibu, umpama besi terdampar dibatu, jatuhlah air mulhayat dirahim ibu kita, yang dinamakan NUKTAH.
Air mani ayah berasal dari matahari, justru Putih warnanya, maka dari itu sir atau syahwat cepat merangsang pada pihak ayah, itu dinamakan ZAT SIRRAHU, jatuh kepada ibu seperti air hujan setitik didalam daun keladi. Maka menjadi anasar ayah aurat, tulang, otak, sumsum. Dan pada ibu air mani tersebut dari bulan dan dinamakan MUTEPAH. Karena itu air mulhayat ibu kuning warnanya. Sir atau syahwat ibu lambat merangsang namun kekuatannya air tadi sama dengan bapak, pihak ibu dinamakan ZAT SIR JAMANINI artinya anasar ibu; bulu, kulit, darah, dan daging. Dan anasar MUHAMMAD; Pendengar, Penglihatan, pencium dan pengrasa. Empat puluh hari belum lagi terserat, tatkala delapan puluh hari didalam rahim ibu kita, waktu itu darah haid nikah bercampur dengan air bercampur dengan air Nuktah, lalu suka makan asam-asam ibu kita dan suka tidur, karena sudah hamil atau mengandung. Demikianlah daerahnya atau alkah sedarah namanya daging segumpal dirahim ibu kita. Tatkala seratus dua puluh hari didalam rahim ibu maka menjadi ALIF AHMAD pujinya, Inilah daerahnya tatkala genap seratus empat puluh hari cukup lengkap kaki, tangan, mata, mulut, kepala, hidung dan telinga MUHAMMAD pujinya, inilah darahnya didalam rahim ibu kita. Tatkala cukup 9 (sembilan bulan) 9 (sembilan) hari maka firman Allah Ta’ala: LA TATTAHARAKA ILA BI IZNILLAH dengan seizin Allah maka keluarlah anak itu demikianlah berdo’alah amin.
Maqam Salik
Ini jalan ringkas dimakam salik yaitu ambil jumlah, supaya lekas paham, asal mula ambil dari bawah naik keatas: Pertama ROHANI jasmani, arad basariyah segala tubuh yang kasar. Kedua ayan darajiah, roh idhofi atau roh maruhul qudus artinya roh yang halus tetapi masih kasar jua halusnya itu jirim-jisim artinya tubuh yang halus betul, halus masih kasar jua, halusnya ini seperti debu dijendela iruhul cahaya matahari, karena alam roh, alam mitsal, alam ajsam dan alam insan, sifat ma’ani nur iman belum dapat mengenal Allah, mesti berhancur atau jalan fana, hapus atau jalan baqa ul baqa atau jalan qadim bagi qadim, baru bisa dapat maqam ubudiyah dan mendapat maqam uluhiyah serta didapatnya pula maqam rububiyah. Serta didapatnya akan salik karena nur mubassarah dengan nur mutalazimah, berlazim-laziman didapatnya ZAUK WADJIDAN IDRAK artinya dirasa dengan pengrasanya dan didapat dengan pendapatnya daripada yang lemah, karena kita tiada merasa, dan mendapat serta lemah, hanya ilmu saja yang tahu sampai kepada JUDBAH, dan maqam laduniyah atau maqam istiqomah artinya tetap.
(Selanjutnya - Alam Nur (Nur Akli Nur))
File pdf: