2018-02-25

Pemahaman Ilmu Hakekat


Kitab Teberubut - Dalam Pemahaman ILMU SYAREAT diceritakan bahwa NABI ADAM AS telah di GODA dan TERGODA oleh IBLIS (SETAN) sehingga di keluarkan dari SURGA dan atas peristiwa tersebut maka NABI ADAM AS bersujud memohon ampunan dari ALLAH SWT.........., lalu peristiwa tersebut oleh ALLAH SWT di jadikan contoh untuk umat manusia agar TIDAK TERGODA OLEH IBLIS (SETAN).....

Allah Swt berfirman dalam Al Quran surat Al Araf 27:

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, Ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman"

Namun........... 

Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT, NABI ADAM AS keluar dari SURGA BUKAN KARENA DIGODA DAN TERGODA OLEH IBLIS (SETAN) tetapi karena memang sudah ada KESEPAKATAN atau AMANAH dari ALLAH SWT..................

Hadist qudsi berkata Ibnu Abas ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Allah swt berfirman:

“Wahai Adam! sesungguhnya Aku telah menawarkan amanah itu kepada langit dan bumi, namun kesemuanya tidak sanggup menanggungnya. Apakah engkau sanggup menanggungnya dengan segala resikonya?

Bertanya Adam: Dan apa yang aku dapat kiranya aku sanggup menanggungnya?

Allah berfirman: Kiranya engkau sanggup menanggungnya dengan baik, niscaya engkau akan diberi pahala, dan kiranya engkau menyia-nyiakannya, niscaya engkau akan disiksa. 

Berkata Adam: Aku sanggup menanggungnya dengan segala resikonya.

Maka tiadalah lama ia berada di surga melainkan sekadar antara sholat yang pertama dan sholat Ashar, maka diapun telah dikeluarkan syaithon dari surga itu.” (HR. Abus-Syaikh) 

Lagi pula sejak sebelum NABI ADAM AS diciptakan sudah ada RENCANA ALLAH SWT untuk menciptakan manusia yang di tempatkan di BUMI.......... 

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:

’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka bekata: ’ Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah: 30).

BELAJAR MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT..............

Tanpa menerima dan memahami PEMAHAMAN tentang NUR MUHAMMAD .....Maka TIDAK ADA MUSLIM yang BISA MENGENAL DIRI SEBENAR-BENARNYA DIRI.....Apalagi mengenal ALLAH SWT sebagai TUHANNYA sendiri..........

Kebenaran adanya ILMU tentang NUR MUHAMMAD di sampaikan Oleh para ULAMABILLAH yang mendapatkan amanah langsung dari Nabi Muhammad Rasulullah saw................. 

Rasulullah Saw:

"Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang diibaratkan permata yang terpendam, tidak dapat mengetahuinya kecuali ULAMABILLAH, Apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut maka tidak seorangpun yang membantahnya kecuali orang-orang yang tidak paham tentang Allah“ (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi RA)

Jadi WAJAR dan BISA DI MAKLUMI jika banyak komen yang MEMBANTAH KEBENARANNYA bahkan mengatakan SESAT dan KAFIR karena mereka termasuk orang-orang yang tidak paham tentang Allah

BELAJAR MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT.............

Untuk di ingat kembali bahwa ILMU MA'RIFATTULLAH itu terdiri dari 3 pemahaman yaitu:
  1. Pemahaman Dasar.
  2. Pemahaman yang Mendalam
  3. Pemahaman yang RAHASIA dan DIRAHASIAKAN.
Untuk bisa masuk ke Pemahaman yang RAHASIA dan DIRAHASIAKAN maka harus MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT karena SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN SYAREAT dan dengan dasar 3 hal pemahaman yaitu:
  1. LA ILAHA ILALLAH dan Tidak ADA yang ADA kecuali Allah
  2. LA ILAHA ILALLAH dan Tidak ada yang BERBUAT kecuali Allah
  3. LA ILAHA ILALLAH dan Tidak ada yang HIDUP kecuali Allah
Abu Hurairah R.A:

"Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu: Pertama Ialah Ilmu yang Aku Di Anjurkan Untuk Menyebarluaskan (Mengajarkan) kepada Sekalian Manusia. Dan Yang Kedua Ialah Ilmu yang Aku Tidak Di Perintahkan Untuk Menyebarluaskan (mengajarkan) kepada Manusia. Maka Apabila Ilmu Ini Aku Sebarluaskan Niscaya Engkau Sekalian Akan Memotong Leherku.“ (HR. Thabrani)

Dan lagi berkata Sayidina Ali bin Abi Thalib Ra:

“Ya Tuhanku, mutiara sesuatu ilmu itu jikalau aku nyatakan dengan berterus terang nescaya akan dikatakan orang kepada aku: Engkau (Ali) adalah orang yang menyembah berhala. Dan sesungguhnya ada orang-orang Islam yang menghalalkan darahku. Mereka itu melihat perbuatan yang paling jahat yang mereka lakukan itu sebagai Perbuatan baik.”

MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT bukan MELEPAS SYAREAT namun di ganti dengan SYAREAT dalam BERMA'RIFAT yaitu melalui pemahaman ILMU HAKEKAT karena berada di "AREA SUCI" yaitu RUH dan JIWA.

Kisah Nabi Musa As adalah peristiwa yang di contohkan dalam Al Quran ketika Nabi Musa As berada di lembah suci TUWA......

Al Quran surat TAHA 11-12:

“Maka ketika ia datang ketempat api itu ia di panggil, Hai Musa…” Sesungguhnya aku inilah Tuhanmu, maka tinggalkanlah kedua terompahmu (Sandal), sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, TUWA“

Sedangkan contoh keseharian adalah:

Ketika anda mau masuk kedalam mesjid maka ada TULISAN DILANTAI seperti ini:

"BATAS SUCI, DIMOHON SANDAL / SEPATU DI LEPAS"

atau jika di sederhanakan......:

Jika mau masuk ISTANA PRESIDEN maka IKUTI PERATURAN YANG BERLAKU DI ISTANA PRESIDEN tersebut.......kalau biasanya di rumah pakai kaos oblong harus di ganti "baju Batik"..........dan kalau biasa pakai Sandal Jepit harus di ganti sepatu yang bagus....., kalau biasa gak mandi harus mandi dulu......, kalau biasa badan bau menyan harus diganti harum parfum..........., itulah yang di maksud MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT............. 

Dan ternyata..........

Setelah berhari-hari di sampaikan tentang MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT....., sedikit sekali komentator yang akhirnya bisa memahami...................dan lebih sedikit lagi yang sudah memahaminya.......

Bagi yang belum paham teruslah belajar dan bersabar....., tidak perlu mencaci maki, menghujat, dan berkata kafir serta sesat............kecuali kalian yakin bahwa mencaci maki, menghujat, dan berkata kafir serta sesat tersebut telah sesuai dengan ajaran dalam ILMU SYAREAT ISLAM...................

Belajar MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT lagi......

Allah swt berfirman: Katakanlah (Muhammad): "Apakah perlu kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?" (AL KAHF 103) 

(Yaitu) Orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya" (AL KAHF 104) 

Mereka itu adalah: "Orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan MENGINGKARI PERTEMUAN DENGAN-NYA, maka sia-sia amal mereka dan KAMI TIDAK MEMBERIKAN PENIMBANGAN (HISAB) TERHADAP (AMAL) MEREKA PADA HARI KIAMAT..........(AL KAHF 105)

Berdasrkan Firman Allah swt tersebut diatas maka dalam ILMU SYAREAT kalimat "MENGINGKARI PERTEMUAN DENGAN-NYA" di TAFSIRKAN MENGINGKARI PERTEMUAN DENGAN TUHAN DI AKHIRAT NANTI..................

Namun.........

Mereka yang di PERSAKSIKAN RAHASIANYA akan berhadap-hadapan dengan TUHANNYA di dunia ini............., Dari ‘Ady Ibni Hatim beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Seseorang diantara kamu akan bercakap-cakap dengan TUHANNYA tanpa ada penterjemah dan dinding yang mendindinginya“ (HR. BUKHARI)

======================================

Mereka yang FANATIK syareat pasti akan MENOLAK KEBENARAN INI......dan seperti biasa ..., akan seperti kebakaran jenggot, mencaci maki, fitnah, menghujat, mengatakan kafir dan sesat......, harap maklum...

Belajar MELEPAS KEYAKINAN SYAREAT............

MEYAKINI KEBENARAN ILHAM DARI JIWA YANG SUCI duduknya di ILMU HAKEKAT yaitu HAKKUL YAKIN yang menjadi PINTU MASUK mencapai KEYAKINAN YANG SEMPURNA (KAMALUL YAKIN) yaitu YAKIN KARENA ALLAH SWT SEMATA...............Duduknya pada ILMU MA'RIFATTULLAH.....sifatnya RAHASIA.

Dari ‘Ady Ibni Hatim beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Seseorang diantara kamu akan bercakap-cakap dengan TUHANNYA tanpa ada penterjemah dan dinding yang mendindinginya“ (HR. BUKHARI)

Jadi......

Seseorang Belum duduk di ILMU MA'RIFATTULLAH jika masih YAKIN PADA ILHAM JIWA YANG SUCI apalagi masih sibuk mencari TAFSIR atau MENAFSIRKAN DALIL-DALIL AL QURAN DAN HADIST SAHIH yang TERTULIS...........

Tidak ada satupun MANUSIA yang bisa MELEPAS KEYAKINAN SYAREAT kecuali Allah swt sendiri yang melakukannya pada hamba-hamba yang dipilih dan terpilih.............

Itu sebabnya ada FASE BLANK atau CUCI OTAK SECARA GHAIB dalam perjalanan spiritual ketika seseorang akan ditarik masuk kedalam RAHASIANYA................seperti kisah Nabi Muhammad Rasulullah Saw yang di operasi oleh malaikat sebelum melakukan perjalanan Isra dan Mi'raj............

Atau........, minimal mendapatkan ANUGERAH AL HIKMAH........., Al Quran surat Al Baqarah 269, Allah swt berfirman;

"ALLAH MENGANUGRAHKAN AL HIKMAH (pemahaman yang dalam tentang al Quran dan As sunnah) kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan barang siapa yang dianugerahi AL HIKMAH itu maka ia benar-benar telah di anugerahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah“

ANUGERAH AL HIKMAH inilah yang menjadi JEMBATAN PENGHUBUNG sekaligus sebagai DINDING PEMISAH antara ILMU SYAREAT dengan ILMU HAKEKAT.........atau antara PEMAHAMAN SYAREAT dengan PEMAHAMAN HAKEKAT .........atau antara KEYAKINAN SYAREAT dengan KEYAKINAN HAKEKAT...............

Sumber: FB Kitab Teberubut (Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH)

KOMENTAR