2018-02-15

Ajaran Sedulur Papat: Keharmonisan di Alam

Sedulur papat adalah saudara kita sendiri yang lahir bersama-sama melalui jalan yang sama, yaitu melalui vagina ibunda ataupun dengan cara operasi (Caesar). 

Apakah ada saudara kita yang lainnya?

Dalam kazanah Jawa, setiap orang mempunyai dua saudara lagi yang lahir dalam sehari, tetapi keluarnya melalui jalan yang berbeda. 

Kedua saudara kita ini keluar melalui dada ibu. 

Dalam wujud jasadi kedua saudara kita ini keluar dari tubuh ibu berupa air susu ibu. Mereka diisap oleh bayi untuk hidup dan pertumbuhannya. 

Dua saudara kita yang lahir dalam sehari itu, dilambangkan sebagai raja dan ratu yang telah menyatu menjadi wadag atau badan jasmani manusia. 

Mereka disebut juga sebagai bayangan diri kita sendiri atau makdum sarpin (ma’dum syarf, alam bayangan). Karena sudah masuk ke dalam badan bayi, maka kedua saudara tersebut sudah tak terpisahkan lagi, bagaikan tubuh dan bayangannya. 

Kedua saudara tersebut juga disebut sebagai perwujudan ibu pada setiap diri manusia. Karena itu, manusia harus menghormati ibunya.

Dua saudara kita yang lahir dalam sehari itu juga disebut marmati (emmarmati), karena tercipta oleh daya dari ibu ketika merasakan kekhawatiran dan debaran hati yang luar biasa saat hendak melahirkan.

Karena itu, lahirnya kedua saudara ini melalui dada ibu. Sebenarnya ajaran ini mengingatkan pada kita sekalian, bahwa setiap manusia harus menghormati ibunya, karena ibunya telah menderita ketika hendak melahirkan atau mengeluarkan sang bayi. 

Selain saudara-saudara yang lahir dari ibunda, kita juga memiliki saudara lagi yang lahir pada hari yang sama di alam ini. Semua kehidupan, baik yang kasat mata dan yang tidak kasat mata, yang lahir pada hari yang sama dengan kita disebut sebagai saudara. 

Ini sebenarnya mengajarkan kepada kita bahwa semua makhluk hidup itu adalah saudara bagi manusia. Karena itu, kita harus bisa hidup saling menyayangi sesama. 

Kita harus hidup harmonis dengan alam. Jadi manusia dilahirkan dengan kondisi yang tidak bisa dilepaskan dari alam lingkungannya. Tapi lahir dalam bangunan alam.

Hakekat saudara yang tiga warna atau tiga macam ini mengandung ajaran luhur bagi tujuan hidup manusia di dunia ini. (pertama Sedulur papat , kedua Marmati / Makdum sarpin dan ketiga saudara lainnya).

Dalam ajaran ini manusia dituntun agar bisa hidup yang senantiasa eling, iman dan sadar, terhadap dirinya; eling terhadap ibundanya; dan eling terhadap Allah Yang Maha Kuasa yang telah mengirimkan Sedulur papat terhadap diri kita. 

Hal ini dimaksudkan agar kita semua bisa hidup selamat sejahtera di dunia ini dan dunia nanti. Hingga dapat kembali kepada-Nya.

Hidup memang tidak berdiri sendiri. Dari asal mulanya manusia tidak bisa hidup sendirian. Untuk tumbuh menjadi janin pun manusia perlu pertolongan dari saudaranya yang lain. 

Begitu dilahirkan sebagai bayi pun membutuhkan pertolongan dari saudara marmati-nya, saudara yang sudah menyatu dengan dirinya, sehingga tidak bisa dipisahkan lagi. Bagaikan tubuh dan bayangannya. Lahirnya pun diiringi oleh lahirnya hewan liar dan piaraan. 

Lahirnya pun juga dibarengi dengan berkecambahnya berbagai bebijian dan tumbuhnya batang baru. Semuanya itu adalah kawan sejati dalam kehidupan kita. 

Dengan demikian, kewajiban kita untuk menjaga kelestarian alam. 

Semua jenis hewan dan tumbuhan yang ada di dunia ini merupakan bagian mata rantai kehidupan kita di dunia ini. 

Do’a ibunda dan kedua saudara marmati menopang dan memberikan daya bagi hidup kita agar kita berani menghadapi berbagai tantangan hidup.

Sedulur papat yang menyertai jiwa kita dalam mencapai cita-cita hidup sejahtera di alam ini. 

Saudara-saudara kita yang lahir sehari dengan kita, bila kita perlakukan dengan baik, akan turut menjamin ketentraman hidup kita di dunia ini.

Jadi, jelas bahwa sistem persaudaraan yang diajarkan dalam pandangan Jawa itu untuk menciptakan kehidupan selaras, yang harmonis dengan lingkungan hidup ini. 

Dari sejak awal, ajaran Jawa ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam hidup ini.

Penciptaan Malaikat yang diselaraskan dengan urutan terbentuknya kelengkapan bagi janin (calon bayi) dalam rahim ibu (dari segi Hakekat).

Kelahiran Malaikat ke dunia (Sedulur papat limo pancer & dulur liane) bersamaan dengan kelahiran bayi.


KOMENTAR