2020-02-13

Pengantar Kitab Fusus al-Hikam


Pengantar Penerbit

Mengekspresikan rasa keagamaan lewat pengalaman mistik selalu menjadi persoalan yang actual untuk didiskusikan. Sebab, ekspresi dalam bentuk ini mempunyai watak kecenderungan yang dapat mengarahkan pada kontroversi. Tasawuf, di satu sisi memberi kontribusi besar dalam menggugah kesadaran etik, estetik, sastra, dan filsafat dalam bentuk sikap hidup, moral atau tingkah laku, namun sejarah juga mencatat bahwa ajaran ini tidak luput dari kecurigaan dan kecaman…

Arberry menyebut Ibn ‘Arabi sebagai ‘the Greatest Mystical Genius of the Arab’. Sumbangan terbesarnya dalam dunia keilmuan Islam ialah ia mengubah konsep-konsep esoterik Islam yang terkesan tidak terserap oleh daya cerna rasionalitas, menjadi konsep-konsep yang sarat dengan muatan pemahaman rasional, ramah, dan inklusif. Bukan bersifat pasti, rigid atau kaku. Oleh sementara kalangan ia diklaim sebagai satu-satunya tokoh yang berhasil menyelesaikan polemic antara al-Ghazali dan Ibn Rusyd.

Penting dicatat bahwa Ibn ‘Arabi sendiri sebenarnya tidak menggunakan istilah/term Wahdah al-Wujud untuk menyebut ajaran mistiknya. Term/istilah yang secara konseptual sebenarnya sudah muncul jauh sebelum kelahirannya, diacukan/dihubungkan pada ajarannya ketika Ibn Taimiyah jelas-jelas menolak ajarannya (Wahdatul Wujud) hingga mengkafirkan siapa pun yang mengikutinya. Membincang mainstream pemikiran Ibn ‘Arabi secara menyeluruh bukanlah sebuah kerja kecil. Tidak kurang dari 100 buku yang pernah ditulis untk mengomentari karya Fushushul Hikam.

Apa yang menarik dari buku ini? Banyak hal atau pendapat yang ‘aneh’ yang digagas penulisnya, yang tidak selaras dengan konsep-konsep keilmuan Muslim yang ‘mapan’. Ibn ‘Arabi menganut konsepsi keberagaman yang inklusif pluralistic. Ia mengecam orang yang hanya membatasi Tuhan dalam satu kredo (dogma keyakinan) saja… Dalam bidang eskatologi, Ibn ‘Arabi tidak sepaham dengan ulama-ulama yang mapan. Ia menganggap bahwa pada dasarnya semua orang akan menemukan kebahagiaannya di Akhirat, sekalipun di suatu tempat bernama Neraka. Kepedihan siksaan di Neraka tidaklah bersifat abadi, karena pada akhirnya orang-orang di Neraka akan menemukan kesenangannya, baik berupa keringanan hukuman atau bahkan kesenangan yang sama dinikmati oleh orang-orang di Surga karena rahmat Allah berada di atas murka-Nya, maka secara otomatis, hukuman di Neraka tidaklah bersifat abadi, semua pada akhirnya akan berada di Jalan Lurus.

Dalam bidang epistemology, Ibn ‘Arabi tidaklah mengandalkan kemampuan akal, kendatipun dalam banyak konsepsinya ia terkadang memaksa akal mencernanya. Ia mensintesiskan doktrin dengan penalaran intelektual, namun pada akhirnya lebih mengakui keunggulan pengetahuan intuitif daripada pengetahuan diskursif. Ibn ‘Arabi dalam buku ini, coba mengelaborasi hikmah-hikmah ilahi yang terdapat dalam 27 Nabi dalam AlQuran.

Fusus al-Hikam (Fushuushul Hikam/Fushush al Hikam, bukan Fushushul Hukum) dalam edisi Inggris diterjemahkan the Bezels of Wisdom dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti Batu Cincin Hikmah, secara bebas dapat pula diterjemahkan Untaian Mutiara Hikmah. Edisi terjemahan Indonesia didasarkan pada edisi terjemahan Inggrisnya oleh R.W.J. Austin, Ibn ‘Arabi: the Bezels of Wisdom (New York: Paulist Press, 1980)

Naif bila kita betul-betul ingin memahami ide-ide buku tersebut dengan hanya mendasarkan diri pada terjemahan Inggrisnya, kendatipun dari satu sisi diakui ada kelebihannya… melalui buku ini telah dicocokkan dengan edisi Arab asli yang diedit oleh Abu al-‘Ala ‘Afifi, Fusus al-Hikam (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, t.t.)

Tentang Editor dan Penulis pengantar

Ralph Austin lahir pada 1938 di Willerby, Inggris. Memperoleh gelar Honoris dalam bidang Arab Klasik dan Ph.D dalam bidang mistisisme Islam dari Universitas of London. Ia meneliti Muhyiddin Ibn ‘Arabi secara khusus dan menghabiskan waktunya di Maroko dan Turki untuk mempelajari manuskrip-manuskrip yang relevan.

(Istilah Jemaatnya mewakafkan hidupnya, adakah anak wakaf /sebagian dari kita menghabiskan waktu/hidupnya untuk hal-hal demikian? Salah satu bidang utk anak wakaf-nou ialah pengkajian literatur agama/perbandingan agama. Adakah anak wakaf yang diarahkan kesana? -Pen.)

Karyanya yang lain mengenai Ibn ‘Arabi dipublikasikan dalam bahasa Prancis. Sekarang secara khusus meminati signifikansi simbolis dan arketip tentang feminism dalam mistisisme Islam (hal mana dibahas oleh Ibn ‘Arabi dalam bab terakhir buku ini)

Titus Burckhardt, putra dari pemahat Swiss lahir 1908 di Florence. Tertarik pada seni timur hal mana mengarahkannya pada studi teoretis tentang doktrin-doktrin timur, dan berulang kali singgah di Negara-negara Islam. Ia adalah tamu pada Universitas kuno al-Qarawiyin di Fez. Ia menerjemahkan beberapa karya Ibn ‘Arabi ke dalam bahasa Prancis.

Pengantar

Untuk menghindari kesalahpahaman, kami akan menunjukkan bahwa karya-karya yang ditulis oleh Muhyi ad-Din Ibn ‘Arabi ini pada dasarnya tidak mempunyai persetujuan bersyarat dari para sufi atau kontemplatif Muslim; di sini kami tidak membicarakan tentang ‘orang luar’ yang sepenuhnya menolak sufisme dalam dimensi metafisiknya… Saya (Titus Burckhardt) datang untuk mengetahui tempat di mana Ibn ‘Arabi sering menyepi untuk berdoa atau salat dan meditasi/tafakkur;..

Prakata

Fusus al-Hikam yang ditulis pada tahun-tahun terakhir kehidupan Ibn ‘Arabi, secara jelas disuguhkan sebagai ringkasan ajaran-ajaran mistik sang guru Andalusia ini dan, sebagaimana adanya, tidak diragukanmenjadi salah satu karyanya yang paling penting, yang berhubungan dengan semua tema pokok pemikirannya yang sangat orisinal dan berpengaruh besar. Sebagian besar karya ini ditulis di Damaskus (sekarang Suriah) di mana Ibn ‘Arabi menghabiskan masa sepuluh tahun terakhirnya di sana…Sebagai sebuah karya synopsis, gaya penulisannya sangat padat dan ringkas, yang secara khusus menjadikannya sebagai karya yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain dalam suatu cara, sehingga mencitakan beberapa reduksi (kerancuan/kekurangan/ketidaksempurnaan) pemahaman bagi para pembaca non-Arab dan non-Muslim.…dan pengaruh-pengaruh dari yang telah menembus secara mendalam, tidak hanya ke dalam semua pemikiran Sufi berikutnya, tetapi juga ke dalam struktur mistisisme Kristen (sebagai contoh Dante Aleighari dll). (Selanjutnya - Pendahuluan Kitab Fusus al-Hikam)

KOMENTAR