2020-02-18
Pendahuluan Kitab Fusus al-Hikam

Pendahuluan
Kehidupan dan Karya Muhyi ad-Din Ibn ‘Arabi. Lahir pada 27 Ramadhan 560 (17 Agustus 1165) di kotapraja Murcia Spanyol. Nama lengkapnya Muhammad Ibn ‘Ali Muhammad Ibn ‘Arabi at-Ta’i al-Hatimi, menunjukkan bahwa dia berasal dari keturunan Arab Kuno. Ayahnya, Perdana Menteri/Menteri Utama wilayah tersebut merupakan tokoh terkenal dan berpengaruh dalam bidang politik dan pendidikan. Keluarga Ibn ‘Arabi pindah ke Sevilla dengan hati-hati ketika kalah perang dengan kaum Muslim golongan Muwahhidun. Penguasa Sevilla yang murah hati menyambut mereka dengan baik dan menempatkan mereka dalam posisi terhormat. Waktu itu, Ibn ‘Arabi berusia 8 tahun. Di sinilah ia memulai pendidikan formalnya. Pelajarannya ialah Al-Quran dan tafsir, hadis, gramatika dan komposisi Arab, serta hukum Islam.
Beliau menikah dalam usia belasan tahun dan menapaki jalan sufi semenjak usia itu. Pada usia 20 tahun ia bertemu/dipertemukan oleh ayahnya dengan Ibnu Rusyd, seorang filusuf, ahli hukum dan terpelajar Islam. Pada usia ini juga sudah mengkaji mengenai mistik islam (tasawuf) dan banyak melakukan tirakat/metode tarekat mendekatkan diri pada Allah seperti doa, salat, puasa, tahajud, i’tikaf, pengasingan diri dan periode meditasi/perenungan.
Pada 1190-an, ia kadang-kadang meninggalkan daerah asalnya dan mengadakan perjalanan ke Afrika Utara, dengan menghabiskan sebagian besar waktunya di Tunis (Tunisia). Di sini ia banyak belajar pada guru-guru sufi dan membaca karya-karya tulis mereka. Ia juga menulis puisi. Kembali ke Sevilla krn kekacauan politik di Tunis. Pergi ke Rota untuk ziarah ke tempat keramat/terhormat secara rohani. Kembali ke Fez. 1195 pulang ke Sevilla mendalami Hadis nabi bersama sang paman. Bolak-balik Sevilla dan Fez. Seperti pada masa remaja, di kota Fez, Ibn ‘Arabi bnyak mengalami pnyingkapan/Kasysyaaf.
1200, berada di Marakesy setelah sebelumnya menghadiri pemakaman Ibnu Rusyd. Dari Marakesy (sekarang Maroko), mendapat kasyaf dan diperintahkan Tuhan agar pergi lagi ke Fez. Bertemu dengan seorang teman yang dpat dipercaya, Muhammad al-Hasar yang kemudian menemaninya ke daerah-daerah Islam di timur.
Mereka berdua mengadakan perjalanan mengunjungi Bijayah, Tunis, Aleksandria dan Kairo (Mesir). Ibn ‘Arabi melanjutkan perjalanan ke Makkah sendirian karena sahabatnya wafat di Kairo. Di Makkah disambut dengan ramah oleh keluarga-keluarga saleh. Diceritakan bahwa waktu itu umumnya penduduk Makkah sangat terpelajar. Di sini Ibn ‘Arabi menulis puisi ‘Tarjuman al-Asywaaq’. Ibadah dan ziarah ke Ka’bah sangat rajin beliau lakukan. Mengalami dua penyingkapan/kasyaf penting, pertama, ‘the Eternal Youth’ penyatuan hal-hal yang bertentangan,..keseluruhan ketegangan dipecahkan. Kedua, kasyaf/penyingkapan yang menegaskan bahwa dialah tanda kesucian Muhammad (mendapat gelar khotamul auliya dalam umat Muhammad s.a.w.-pen). Tidak diragukan bahwa beliau ‘Syekh agung’ dalam semua generasi sufi selanjutnya. Pengaruhnya sangat mendalam. Menyusun karya monumental ‘al-Futuhat al-Makkiyah (the Meccan Revelation). Menyelesaikan 4 karya yang lebih kecil termasuk uraian mengenai biografi singkat guru-gurunya dan apa-apa yang pernah diajarkan mereka.
1204, meninggalkan kota suci dan mengadakan perjalanan ke Baghdad. Pergi ke Mosul. Selama satu tahun menulis dan belajar. Hasilnya at-Tanazzulat al-Mausuliyah berisi tentang makna esoteric/batin/tersirat dari wudhu dan shalat.
1206, tiba di Kairo (Mesir). Mendapat tentangan keras dari ulama-ulama di sana. Selamat dengan sarana surat rekomendasi sahabat dari Tunis kpd Sultan Mesir agar melindunginya. Meninggalkan Mesir dan pergi lagi ziarah ke Makkah yang masyarakatnya lebih appresiatif.
1210, tiba di Konya (skrng Turki) setelah mengadakan perjalanan lewat Aleppo (Suriah) ke Asia Kecil. Diterima dengan penghormatan dan kemurahan hati oleh gurunya di sana dan juga Sultan/penguasa. Masyarakat dan kaum sufi Konya menghormatinya sebagai guru. Pengaruhnya sangat dominan. Tokoh kunci komentator ajaran-ajarannya ialah Sadr ad-Din al-Qunawi >>> Jalal ad-Din Rumi >>>Abd al-Karim al-Jilli.
1211, tiba di Baghdad setelah mengadakan perjalanan dari Konya ke utara melalui Kayseri, Siwa, Armenia (selatan Rusia); ke selatan, melalui Harran lalu ke Baghdad. Bertemu dengan tokoh sufi berpengaruh Umar as-Suhrawardi, penulis ‘Awarif al-Ma’arif. Umar memujinya sebagai ‘sebuah lautan-lautan kebenaran-kebenaran ilahi’.
1212 Kay Kaus dari Konya mengirim surat meminta nasihat.
1213 tiba di Aleppo (sekarang Suriah)
1214 tiba di Makkah, membahas kumpulan puisinya ‘Tarjuman al-Asywaaq’. Mengunjungi Madinah dan Yerussalem.
1215 menemui Kay Kaus di Malatya, Asia Kecil/Turki. Mengajar dan mengawasi murid-muridnya selama 5 tahun.
1220-1221 berada di Aleppo, menerima perlakuan terhormat dan kepercayaan dari penguasa. Para ahli hukum dan teolog (ulama) merasa cemburu.
1223-1240 setelah banyak melakukan perjalanan, menerima undangan dari al-Malik al-Adil, (penguasa keturunan Salahuddin al-Ayyubi) agar tinggal di Damaskus. Al-Asyraf, setelah ayahnya al-Adil meninggal terus mendukung Ibn ‘Arabi. Sang guru menggunakan waktunya menyelesaikan al-Futuhat al-Makkiyah (Penyingkapan-Penyingkapan yang Diterima di Makkah-) dan kumpulan puisi utamanya, ad-Diwan. Pada masa ini ia menulis Fushush al-Hikam sebagai ringkasan dari ajaran-ajarannya. (Dalam buku-buku tersebut ada pendapat Ibnu ‘Arabi yang sama dengan pendapat Ahmadiyah mengenai khotamun nabiyyin, surga-neraka dll) (Selanjutnya - Kandungan Kitab Fusus al-Hikam Ibnu Arabi)
Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Sufipedia dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE :
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Related Posts
KOMENTAR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)