2017-10-12
Hikam Al-Hadad: Pokok Utama Perhatian Kaum Arifin dan Kaum Ghafilin

[Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra]
Pokok Utama Perhatian Kaum ‘Arifin dan Kaum Ghafilin
Minat utama, pokok perhatian, dan pandangan hidup kaum ‘arifin yang sungguh-sungguh menyadari dan menemukan kebenaran hakiki ialah pertama-tama meluruskan serta menguatkan iman dan keyakinan serta memurnikan ketauhidan mereka dari segala campuran syirik yang tersembunyi. Setelah itu, memperkukuh jiwanya sendiri dengan sifat-sifat akhlak yang terpuji, seperti kezuhudan, keikhlasan, dan kebersihan hati terhadap seluruh kaum Muslim, serta menghilangkan segala sifat buruk, seperti kecintaan yang berlebihan pada dunia, riya’, dan keangkuhan. Kemudian, melaksanakan—dengan cara yang benar —amal saleh yang nyata, menghindarkan diri sejauh-jauhnya dan segala perbuatan buruk. Di samping itu, memerhatikan serta memperbaiki hal-hal yang bersangkutan dengan cara-cara memperoleh nafkah hidup dengan pengaturan yang baik, yakni menempuh jalan wara' (berhati-hati dalam ketaatan kepada-Nya) dan ketulusan serta berpegang pada sifat qana’ah (Merasa cukup akan karunia-Nya) dan mengambil sesedikit mungkin untuk kebutuhan hidup.
Hal-hal terakhir ini, yakni yang bersangkutan dengan memenuhi kebutuhan hidup bendawi, merupakan sesuatu yang oleh para 'arifin sangat didambakan dan diusahakan agar tercukupi melalui orang lain yang—dengan suatu cara—membantu melaksanakannya untuk mereka. Sehingga, mereka sendiri dapat mencurahkan seluruh perhatian, waktu, dan daya upayanya dengan sempurna untuk hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya. Sudah tentu para pembantu tersebut haruslah mereka yang juga memiliki sifat wara' dan menjauhi segala bentuk kezaliman. Camkanlah ini baik-baik.
Adapun tujuan utama dan fokus perhatian kaum ghafillin (lalai) dan mereka yang mencampuradukkan antara yang baik dan yang buruk ialah dalam hal-hal yang mengukuhkan ihwal penghasilan untuk hidup dan memudahkan terpenuhinya syahwat badaniah berupa makanan, pakaian, dan perkawinan. Juga, dalam hal menumpuk-numpuk harta dan menyimpannya untuk kesenangan dan tujuan yang sejenis dengannya. Kemudian, apabila seseorang dari mereka agak tersadarkan pikirannya dan sedikit terbuka wawasannya, ia pun akan menunjukkan sebagian perhatiannya untuk memperbaiki amal-amal ibadahnya dan ketaatan-ketaatan yang nyata, lalu meluruskan akhlak batinnya dan mengejar hal--hal yang sekiranya dapat menguatkan imannya. Dengan demikian, urutan-urutan ini merupakan kebalikan dari pandangan dan praktik hidup para 'arifin dan mereka yang telah menembus kebenaran hakiki. Perhatikanlah hal ini dan camkanlah, niscaya Anda akan mendapati kebenaran yang jelas. Walla’hu alam (Selanjutnya - Kelalaian Manusia akan Hakikat Keimanan sebagai Hikmah llahiyyah)
Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Sufipedia dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE :
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Related Posts
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Di
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Sek
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Ke
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Mel
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Za
- Al-Imam Al-Arifbillah Quthb wal Ghauts Irsyad wal Bilad Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Had
KOMENTAR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)