2020-02-10
Hikam Al-Hadad: Melalaikan Perbaikan Diri Sendiri demi Menyenangkan Hati Orang

[Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra]
Melalaikan Perbaikan Diri Sendiri demi Menyenangkan Hati Orang
Tak sepatutnya bagi seorang yang bertakwa dan berakal, pada zaman ini, untuk sering kali berupaya menyenangkan hati orang banyak, menghindari kecaman mereka, dan mengikuti selera mereka sampai-sampai meninggalkan beberapa hal yang dianggapnya justru dapat memperbaiki hatinya sendiri atau menimbulkan ketenangan dan kebahagiaan dalam jiwanya, demi mengharapkan kepuasan mereka semata.
Pada zaman ini, upaya menyenangkan hati orang banyak dan mengikuti selera umum hanya akan menimbulkan kelelahan jiwa dan sama sekali tak ada faedahnya. Sebab, kebanyakan mereka terlalu disibukkan dengan dirinya sendiri sehingga lahir dan batin mereka tenggelam dalam urusan duniawi belaka. Hal ini menjadikan mereka, pada umumnya, tidak lagi dapat membedakan antara yang baik dan buruk sebagaimana yang dapat diketahui oleh setiap pemerhati. Itulah sebabnya orang-orang yang kuat tekadnya dan mantap jiwanya tidak menyukai sikap mengikuti selera sebagian besar manusia atau merasa segan terhadap mereka.
Alangkah tepatnya ucapan seorang penyair:
Pasti binasa menanggung prahara hati,
bila selalu terikat selera manusia,
jayalah dia, si pemberani,
tenang jiwanya sepanjang masa.
Memang, pada masa-masa lalu mungkin ada sebagian faedah dalam sikap menenggang dan mengindahkan (memenuhi) keinginan kebanyakan orang. Sebab, waktu itu mereka masih dapat membeda-bedakan antara segala sesuatunya, dan adakalanya masih bersedia memerhatikan kepentingan orang lain. Namun, itu semua ia kini telah menghilang, atau nyaris hilang, disebabkan mereka telah tenggelam dalam kepentingan dirinya sendiri dan tidak kemampuan dan kemauan untuk membeda-bedakan sesuatu (antara yang haqq dan bathil, antara yang halal dan haram).
Kesimpulannya, seorang yang berakal dan bertakwa tidaklah sepatutnya mengandalkan sesuatu selain mencari keridhaan Ilahi, keselamatan diri, serta kebaikan kehidupan akhirat. Seraya menjauhkan diri dari dosa dan segala yang mendatangkan nista, ia sebaiknya mencari ketenangan dan kedamaian yang ber¬semayam jauh di lubuk hati. Dalam hal ini, ia tidak perlu sama sekali mengindahkan siapa pun di antara manusia yang telah disibukkan dengan kepentingan diri mereka semata-mata pada zaman ini. Sebaiknya, ia sendiri pun cukup mengurusi dirinya saja untuk segala yang mendatangkan kebaikan baginya di dunia dan di akhirat.
Camkanlah ini baik-baik. Semoga Allah menunjukkan jalan hidayah untukmu. (Selanjutnya - Empat Kategori Orang Saleh dan Empat Kategori Kebalikannya)
Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!
Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Sufipedia dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE :
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Tinggalkan komentar silahkan klik KOMENTAR dibawah posting ini.
Related Posts
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Ke
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Sek
- Al-Imam Al-Arifbillah Quthb wal Ghauts Irsyad wal Bilad Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Had
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Mu
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Di
- [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] Pok
KOMENTAR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)